Sabtu, 27 Desember 2014

Surganya Pulau Tropis Laut Padang


Liburan sudah tiba, menikmati liburan di pulau sambil menikmati keindahan alam tidak ada salahnya. Bagi kamu yang hobi diving, snorkeling, dan camping pulau-pulau yang ada di laut padang bisa jadi pilihan buat menyalurkan hobi kamu. Pulau-pulau yang ada di sekitar Laut Padang diantaranya yaitu pulau pasumpahan, sikuai, pagang, pamutusan, ular, sirandah, dan beberapa pulau lainnya yang bisa jadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang yang kamu sayangi, baik itu keluarga maupun teman-teman.
Sekarang sudah ada berbagai jasa tour yang menawarkan paket perjalanan pulau-pulau yang ada di Laut Padang tersebut. Mulai dari perjalanan menetap di satu pulau dan perjalanan dari satu pulau ke pulau lainnya dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan seperti makanan, minuman, peralatan buat diving, snorkeling, dan camping. Pulau pasumpahan menjadi salah satu pilihan buat yang hobi camping karena didukung oleh pohon-pohon yang masih rindang dan dapat melindungi kamu dari sinar matahari langsung.
Pulau Pasumpahan terdapat di perairan Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat. Untuk menuju ke Pulau Pasumpahan tersebut dibutuhkan kira-kira 1 jam perjalanan dari Kota Padang. Selain cocok buat camping, di pulau Pasumpahan kamu juga dapat menikmati keindahan alam lainnya melalui snorkeling. Snorkeling merupakan kegiatan berenang atau menyelam atau bisa disebut dengan selam dangkal (skin diving). Dengan hamparan pasir putih, air laut yang bening dan pantai yang cukup landai sangat mendukung sekali untuk kamu melakukan snorkeling, karena dengan jarak yang cukup dekat kamu bisa menikmati keindahan panorama bawah laut dengan berbagai macam flora dan fauna bawah laut yang bisa kamu lihat.
Tidak jauh dari Pulau Pasumpahan kamu akan melihat Pulau Sikuai. Letak Pulau sikuai sekitar 200 meter dari pulau Pasumpahan. Keindahan pulau sikuia masih terkenal hingga sekarang meski beberapa saat yang lalu sempat tidak ada yang mengelolanya dan teracuhkan. Pulau Sikuai dan pulau pagang juga bisa jadi pilihan buat kamu melakukan snorkeling melihat ikan yang berwarna-warni, bintang laut, kepiting, dan terumbu karangnya yang masih terjaga keindahannya.
Selain pulau Pasumpahan, Sikuai, dan Pagang ada satu lagi pulau yang unik dengan ciri khasnya yang berbeda yaitu Pulau Pamutusan. Pulau Pamutusan terletak di sebelah pulau pagang. Pulau ini merupakan perbatasan antara Laut Padang dan Laut pesisir/painan. Pulau Pamutusan ini sebenarnya masih menempel pada pulau sumatera tapi ketika air pasang, akan terbentuk pulau dan hamparan pantai putih yang membelah antara laut Padang dan painan. Mungkin karna ini pulau tersebut dinamakan pulau Pamutusan.
Pulau pamutusan terdapat sebuah bukit. Dengan melakukan hiking lebih kurang 10 menit kamu bisa menikmati pemadangan alam dari atas bukti tersebut. Kamu bisa melihat pulau-pulau kecil yang terdapat di tengah-tengah lautan. Maha Besar Allah SWT dengan ciptaan-Nya. Sekian dulu tulisan dari saya, mudah-mudahan bisa jadi rekomendasi buat yang belum tau mau liburan kemana. Oiya, kalau ada niat mau ke pulau-pulau tersebut jangan lupa mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan disana ya. Dan yang camping pada malam hari tidak ada salahnya jalan-jalan di tepi pantai, siapa tau nanti ketemu kunang-kunang laut. Oke?! Have a nice holiday guys :) (Rifda Utami)




Hidup yang bermakna

Hidup jangan hanya untuk diri sendiri. Pernahkah Anda mendengar kata-kata tersebut? Jika kita cermati lebih dalam, maka ada makna tersembunyi yang jauh lebih luas dari kata-kata tersebut, yakni Hidup sesungguhnya bukan kehendak kita, melainkan kehendak Allah Tuhan Yang Maha Memiliki Kehidupan. HIDUP bukanlah semata-mata untuk diri kita sendiri, tetapi HIDUP untuk memberikan manfaat bagi orang lain dan kehidupan alam semesta ini.
Jika kita melakukan sebuah perjalanan ke dalam diri kita sendiri "inner journey", maka kita akan menemukan bahwa sesungguhnya diri kita ini sangat mengagumkan, dan hidup kita ini sangat mengagumkan. Maka sepantasnya jika kemudian kita menghargai kehidupan kita ini, serta menggunakan hidup ini untuk lebih bermakna. Menghargai HIDUP berarti menjalani hidup ini penuh makna, menggunakan hidup ini untuk memberikan manfaat bagi kesejahteraan diri sendiri, keluarga dan orang-orang di sekitar kita.         
Bagaimana menggunakan hidup kita agar menjadi lebih bermakna ? Bagaimana menghargai hidup yang sudah diberikan oleh Tuhan Yang Memiliki Kehidupan ? Apa yang harus dilakukan dalam hidup agar menjadi lebih bermakna ? Tentu banyak sekali jawaban-jawaban yang bisa dituliskan dalam menghargai hidup ini. Banyak sekali cara-cara dalam menggunakan hidup menjadi lebih bermakna. (Fahrul Rozi Kholis)



Jumat, 26 Desember 2014

Fenomena Rokok di Indonesia

WATCH THIS OUT!!!!!




Selamat malam, ada video mengenai fenomena rokok di Indonesia. Bagaimana pendapatmu? Please kindly leave a comment ;)

Kamis, 25 Desember 2014

Tulisan di Lembar Baru (Haady Kurniawan)

Assalammualaikum wr.wb,
pertama saya mengucapkan puji besarta syukur atas kesempatan hidup yang telah di berikan oleh Allah SWT, sehingga saya dapat merasakan bagaimana hangat nya sinaran matahari dan indahnya sinar rembulan, serta dengan senantiasa selalu mengirimkan shalawat beserta salam kepada junjungan  seluruh umat Islam, baginda Rasul Muhammad SAW, yang telah memberikan pencerahan di dunia yang penuh dengan berbagai macam kebodohan.
Pada hari Sabtu, 13 Desember 2014, HMI Komisariat Ekonomi UNAND resmi dikelola oleh pengurus periode 2014/2015, yang di amanah kan kepada saya dan teman-teman untuk bisa di kelola sesuai dengan AD/ART , pedoman pokok, serta pedoman Himpunan mahasiswa Islam lainnya. Sebuah tanggung jawab besar, yang harus kami emban satu tahun  ke depan.
Buku yang lama sudah di tutup, sekarang telah tersedia buku baru dengan lembaran-lembaran yang masih bersih. Apakah buku itu hanya sekedar untuk pajangan dan kita akan meminjam buku yang lama itu kembali?. Tentu saja tidak, kita pasti ingin mengisi lembaran-lembaran itu dengan tulisan-tulisan indah yang akan menjadi nostalgia bersama. Ini merupakan awal bagi kami untuk menciptakan sejarah kami sendiri, karena kami tidak ingin terlarut dalam sejarah yang telah di torehkan oleh pendahulu kami.
Untuk kondisi HMI pada saat ini terutama Komisariat Ekonomi Unand, ada masalah yang cukup beresiko jika dibiarkan berlarut-larut yaitu semakin menipisnya rasa ber-HMI dari kader-kader komisariat ekonomi, tanpa terkecuali saya sendiri. Hal ini menyebabkan, semakin kurangnya kader-kader yang ingin berproses di HMI, yang dengan senang hati mengorbankan waktumya untuk HMI. Melihat hal tersebut, kepengurusan kali ini memiliki visi Meningkatkan dan Mengembangkan Nilai HMI di Komisariat Ekonomi”, hal ini dimaksudkan agar kader komisariat ekonomi memahami nilai-nilai HMI, sehingga mereka akan sadar pentingnya berproses di HMI.
Misi dari kepengurusan kali ini adalah Meningkatkan Nilai-Nilai Intelektual dan Eksistensi Komisariat Ekonomi”, sehingga kader komisariat ekonomi sadar dengan fungsinya sebagai mahasiswa dan dapat tampil beda dari mahasiswa lainnya. Jargon kami adalah Inovatif, Kreatif, dan Inspiratif. Maksud dari jargon ini adalah bagaimana komisariat kali ini bisa menciptakan kegiatan yang penuh dengan inovasi dan kreativitas, sehingga bisa menjadi inspirasi untuk organisasi di luar komisariat. Bukan hanya kegiatan, tapi juga kader-kader HMI yang menjadi inspirasi untuk orang lain, sehingga teman-teman yang belum tergabung dengan HMI dapat termotivasi untuk ikut berproses di HMI.
Harapan saya kali ini, kami pengurus dapat menciptakan sejarah sendiri, serta dapat membesarkan nama komisariat ekonomi kembali. Kami juga berharap kepada abang-abang, kakak-kakak, teman-teman, dan adik-adik dapat memberikan dukungan untuk kepengurusan kali ini, sehingga kita bisa bersama-sama membangun komisariat untuk menjadi lebih baik. Seperti yang sering kita sebut dengan Dibesarkan dan Membesarkan”.
Sekian tulisan pertama dari saya, mohon bimbingan dari kakanda untuk mewujudkan komisariat yang Inovatif, Kreativ, dan Inspiratif. Salam IKI.
Wasalam

(Haady Kurniawan, Ketum Komisariat Ekonomi periode 2014/2015)  


Susunan Kepengurusan HMI Komisariat Ekonomi UNAND 2014/2015

SUSUNAN PENGURUS HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
KOMISARIAT EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS
PERIODE 2014/2015

KETUA UMUM
KETUA BIDANG PA
KETUA BIDANG PTKP
KETUA BIDANG KPP
KETUA BIDANG PP

: HAADY KURNIAWAN
: IZA ANDIKA
: SATRYA FITRAZANI
: TRI REZEKI R. HARAHAP
: LIZA FAUZIAH INDRA
SEKRETARIS UMUM
WASEKUM BIDANG PA
WASEKUM BIDANG PTKP
WASEKUM BIDANG KPP
WASEKUM BIDANG PP

: VIKY HARNOVA
: FAHRUL ROZI KHOLIS
: ARGO WAHYU SANTOSO  
: ORIENA ZUHRAYOSHI HELMI
: PUTRI KURNIA IGATAMA
BENDAHARA UMUM
WABENDUM

: DEBY YOLANDA
: WAHYU LESTARI
BIDANG PA
: HERU NUGRAHA MAULANA MANDELLY
  RANDA PERDANA
  FIQRI ISLAMI SIDDIQ
  ROBY AGUSTIO
  MUHAMMAD RIZKY
  SANIA APRIHELDA
BIDANG PTKP
 : ITMARDI LISMANA
   AFIFUL IKHWAN
   AGUNG PRATAMA
   ARKAN NAUFAL
   OGI RIZKIA PUTRA
   DIMOS YORI
   LINGGA ARZA
   RINALDO SURYA DINATA
BIDANG KPP
: TRENDY M. IQBAL
  RANGGI SUGINDA
  RYAN MARDE YUZA
  M. TAUFIQURRAHMAN
  IKHSAN SYAFRINO
  YOGI PRANATA
  WAHYU YUSMIR
BIDANG PP
: MUTIA ARINDRA
  RIFDA UTAMI
  DINI LATIFA
  VANNY MEYLIN PERMATA SARI
  YULIA FITRI ARISKA

Jumat, 30 Mei 2014

Entah Apa Judulnya, Mungkin Pengobat Rindu


            Pagi buta, menjelang subuh tepatnya, saya terbangun dari tidur. Entah mengapa tiba-tiba tertawa-tawa sendiri mengingat kejadian lucu yang saya alami di sekre komisariat ekonomi sore tadi. Saya juga heran, baru bangun tidur langsung teringat dengan sekre, mungkin tadi saya mimpi tentang sekre tapi saya sudah lupa. Atau mungkin kerinduan untuk kembali ke sekre yang membuat saya begitu.
            Ya, kerinduan. Sekre komisariat ekonomi adalah salah satu tempat yang paling saya rindukan untuk selalu dikunjungi setiap hari. Ada yang kurang rasanya kalau pulang kuliah setiap harinya tidak mampir ke sekre. Mungkin ini tidak hanya saya yang merasakan, tapi anggota komisariat yang lain juga, terutama para kakanda alumni yang sudah tidak bisa lagi sering-sering berkunjung ke sekre karena harus ada fase hidup lain yang harus dijalani, atau kalau bahasa kerennya ‘naik kelas’.
            Mungkin itu sebabnya saya langsung berpikiran untuk membuka laptop, berpikir sejenak, dan menulis tulisan ini. Saya ingin ‘mengupas’ keadaan sekre yang membuat saya rindu setiap harinya untuk selalu bermain ke sekre. Saya juga ingin berbagi kerinduan itu kepada kakanda alumni atau anggota komisariat yang dengan segala macam kesibukannya sudah tidak bisa sering-sering bermain ke sekre lagi.
             Oke, langsung saja kita mulai. Sekre komisariat ekonomi ini merupakan sebuah rumah 2 lantai dengan 5 kamar, masih berada di pasar ambacang, berdekatan dengan yang dulunya kantor camat kuranji, yang sekarang sudah berubah menjadi kantor pemadam kebakaran, dan bersebelahan dengan kadai nasi ampera yang rasa sambalnya enak, murah dan saya sering makan disana. Begitu tiba di sekre, yang akan kita lihat adalah halaman sekre yang tidak begitu luas yang dijadikan tempat parkir kendaraan orang-orang yang datang ke sekre. Kadang, ada atau tidaknya kendaraan yang parkir di sekre menjadi penanda buat saya untuk melihat ada atau tidaknya orang di sekre, kalau tidak ada yang parkir, biasanya saya langsung pulang ke kos K.
            Masuk ke dalam, perpusatakaan mini yang akan pertama kali kita lihat (selain kamar bang caul dan motor penghuni sekre). Banyak buku-buku dari berbagai ilmu yang bisa ditemui disini. Selain itu ada juga kumpulan skripsi alumni komisariat dan berbagai kamus terjemahan bahasa indonesia ke berbagai bahasa. Bahkan saya juga baru tau kalau ada kamus terjemahan bahasa Indonesia ke bahasa Belanda disini. Tapi, ada satu statment lucu dari anggota komisariat yang baru lahir dari LK komisariat ekonomi bulan april lalu, namanya muthia, eh mutia (dia marah kalo namanya ditulis pake huruf ‘H’). Dia bilang begini, “Kak, kok bacaan disini berat-berat semua kayak badan bang ibob, kenapa ga ada kumpulan novel?”. Saya Cuma bisa tertawa sambil menjawab dalam hati, “Ada dek adaaaaaaaaa, ada novel kakak letakin disitu kemaren tapi gatau sekarang sama siapa *nangis cantik*.” Yang ngerasa, ehm, tolong balikin. Yah, begitu,walaupun ada beberapa novel yang saya letakan di perpustakaan mini ini, dua novel sih sebenarnya, dan sampai sekarang belum balik juga, saya cuma berpikir positif saja. Mungkin minat baca anggota komisariat sedang tinggi, sehingga novel-novel itu menjadi barang bergilir dari satu tangan ketangan lainnya tanpa singgah dulu di rak perpustakaan.
            Melewati perpustakaan mini, kita masuk lagi ke dalam. Tapi sebelum masuk, jangan lupa buka sepatu atau sendal dan letakan disini belum ada rak sepatu dimana saja asalkan rapi K. Kalau tidak rapi, nanti sekum komisariat yang mancung cantik lucu cetar membahana bisa marah walaupun tetap cantik. Ruangan yang akan kita masuki setelah perpustakaan mini adalah pusat berkumpulmya anggota komisariat. Disinilah semua kegiatan berlangsung, mulai dari belajar, diskusi, bercanda, rapat, main uno dan semua yang membuat saya selalu rindu untuk berkunjung ke sekre. Akses internet juga bisa didapatkan disini, karena ada wifi dari speedy yang kemarin disambar petir  yang pastinya selalu mendapatkan bantuan dari kakanda alumni sehingga wifi ini bisa kami nikmati setiap harinya. Terima kasih banyak kakanda *senyum-senyum manja*. Satu saran saya ketika mengakses internet dari wifi komisariat. Kalau sedang ramai dan banyak orang yang menggunakan wifi, jangan men-dowload, jangan nonton youtube, kalau tidak mau diamuk masa karena jaringan wifi yang jadi lambat. Ini serius. Saya pernah jadi korban.

            Oiya, ada yang baru dari ruang ‘pusat’ ini. Karata sekre sekarang, yang gendut yang buncit yang jomblo yang jago main bridge dan uno, Haady Kurniawan, mempunyai ide baru, yaitu papan motivasi. Di ruang pusat ini ada sebuah papan tulis kosong yang bisa dituliskan kata-kata motivasi dari siapa saja dan dari sumber apa saja. Kata haady sih, alasannya begini, “Alangkah bagus dan bangga nya kita kalau kata-kata motivasi dari kita dapat memotivasi orang lain juga”. Waaaaah. Nah, buat kakanda alumni ataupun anggota komisariat yang lain, jangan segan-segan untuk menuliskan kata-kata motivasinya di papan ini ketika berkinjung ke sekre dan berlomba-lomba untuk memotivasi orang lain. Berlomba-lomba dalam kebaikan InsyaAllah berkah J.
            Kita masuk lagi kedalam. Ruang sholat. Iya, ruangan selanjutnya yang akan kita temui adalah ruang sholat. Disini biasanya diadakan sholat berjama’ah (kalau maghrib). Biasanya, anggota komisariat yang cowok, akan berlomba-lomba untuk sholat kalau haady sudah ambil air wudhu, alasannya karena ingin sholat di-imam-i oleh Haady, saya juga heran kenapa bisa begitu. Dan biasanya juga, kalau sudah begitu, haady akan mengambil shaf paling belakang dan sholat sendirian. Astaga.
            Lanjut kita ke belakang. Ada ruangan baru, baru dibersihkan maksud saya. Sebuah kamar yang dulunya menjadi ruangan untuk menyimpan barang-barang yang sudah tidak terpakai yang dibersihkan oleh lelaki-lelaki perkasa penghuni sekre. Kamarnya juga sudah dicat, warnanya, ehm, ungu. Kamar itu akan ditempati oleh siapa saya belum tahu, yang jelas akan ada penghuni sekre baru yang kabarnya akan tinggal di sekre beberapa waktu lagi.
            Melewati kamar dengan cat berwarna, ehm, ungu tadi, kita akan sampai di dapur. Disinilah semua pernak-pernik yang berhubungan dengan masak dan makan berada. Mulai dari piring, sendok, gelas, kompor, magic jar serba guna, wastafel tempat mencuci piring, dan semuanya yang sering saya lihat karena saya sering masak disini  karena saya master of coocking  karena saya calon istri idaman  karena beberapa kegiatan komisariat juga berlangsung disini, seperti masak bersama ataupun lomba masak.
            Oiya, saya lupa menceritakan mengenai kamar mandi atau WC. Ada kok, ada. Anggota komisariat yang lain dan juga kakanda alumni, jangan ragu dateng ke sekre. Di sekre ada 2 kamar mandi yang bisa digunakan. Tapi berhubung yang satu agak sedikit gelap menurut saya, mungkin karena letaknya sedikit ke belakang, kamar mandi yang biasanya digunakan hanya satu, yaitu yang bersebelahan dengan dapur. Tetapi kalau ada yang harus menggunakan kamar mandi di belakang tadi dengan alasan emergency, maka tidak ada pilihan lain. Hehehe.
                        Oke, semua yang sudah saya ceritakan di atas itu adalah bagian dari sekre komisariat ekonomi, tapi hanya lantai 1 saja. Kalau untuk bagian lantai 2, saya tidak begitu paham karena cewek cantik dan manis seperti saya dilarang untuk naik ke lantai 2,bukan dilarang sih, kalau bisa jangan naik ke lantai 2, dengan alasan lantai 2 itu adalah area ‘cowok’ banget dan untuk menjaga estetika serta pikiran-pikiran masyarakat di sekitar sekre mengenai norma-norma yang berlaku di sekre komisariat ekonomi kita tercinta. Tapi yang saya tahu, di lantai 2 itu ada 2 kamar penghuni sekre, jemuran, tv, serta sinyal wifi yang lebih cepat.
            Tidak hanya perpustakaan, ruang pusat, ruang sholat dan dapur yang ada di sekre. Akhir-akhir ini, banyak bermekaran bunga-bunga asmara diantara anggota komisariat. Sempriiiwiit. Hehehe. Bagi orang-orang yang merasa sedang ditumbuhi ‘bunga’ ini, ayooo ayooo tutup mulut saya dengan pangsit kalau tidak mau nama atau inisialnya saya sebutkan disini. HAHAHAHAHA. *ketawa cantik*
            Saya rasa itu semua yang dapat saya ceritakan mengenai sekre komisariat ekonomi, komisariat CINTAkasih (ini password wifinya, hehe). Semoga cerita singkat ini dapat mengobati kekangenan kakanda alumni serta anggota komisariat yang sudah tidak bisa lagi sering main ke sekre karena sudah ‘naik kelas’ tadi. Selain itu, semoga sedikit cerita singkat ini bisa ‘menarik’ kakanda alumni serta anggota komisariat yang lain untuk datang, berkunjung, dan berbagi cerita ataupun diskusi di sekre komisariat ekonomi. We miss you all to going back “home”. Salam. YAKUSA.
            Eh, satu lagi, ini saya lampirkan beberapa kata-kata motivasi yang pernah tertulis di papan motivasi. “If we feel what they feel”-haady. “Kita bisa karena terbiasa, kita terbiasa karena bisa”-hamid. “Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat menghasilkan pemimpin lainnya”-Ogi. “Raja tidak akan pernah membunuh raja”-Salahudin (????) siapa salahudin ? ._.
Dari saya yang tiba-tiba terbangun








-ijek-

Perpustakaan Mini

Tempat Ngumpulnya Anggota Komisariat
Papan Motivasi

Dapur



Suasana Diskusi



                                                                                                                                                                                                                      
     

"Yang dikhawatirkan, anak muda yang tidak lagi punya idealisme..."


Diawali pernyataan mengenai pandangan kami selama mengikuti proses perkuliahan dengannya, sang dosen kemudian mulai mengutarakan apa yang  ia rasakan dan lihat. Pernyataannya yang intuitif, realistis dan logis ini menghantarkan bahasan yang menarik. Mulai dari bahasan selama perkuliahan sampai kepada realita yang terjadi saat ini. Sang dosen mengutarakan kegundahannya dengan tenang hingga bergejolak emosi.

Seketika aku tersentak mendengar statement ini keluar spontan dari mulutnya yang notabene seperhimpunan denganku. "Yang dikhawatirkan, anak muda yang tidak lagi punya idealisme", katanya keras. Kekecewaannya kembali memuncak ketika itu. Mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa harusnya memiliki idealisme untuk tetap progresif dan survive ditengah pergolakan zaman saat ini. Mahasiswa sebagai anak muda bangsa berperan penting dalam membangun negerinya sendiri yang tentunya dimulai dari dirinya sendiri dulu. Mahasiswa yang harusnya menciptakan peradaban, bukan malah tergerus dan lapuk termakan zaman.

Ideal-isme yang secara sederhana suatu keyakinan yang dianggap ideal, atau suatu ide/gagasan yang dipandang benar yang tercermin dalam pola pikir, sikap atau perilaku. Kalau master terhebat se-Sumbar  +Roni Baronisme bilang, konsep yang ideal menurut pandangan seseorang. Konsep ideal untuk mencapai dan menujudkan visi dan misi baik dalam organisasi maupun kehidupan sehari-hari, yang mana kumpulan idelisme yang sama dalam jumlah yang lebih besar biasa disebut ideologi.

Suara sang dosen semakin lantang ketika membahas issue ini. Kalau anda hanya berorientasi pada hasil dan mengabaikan proses maka anda termasuk orang yang gagal. Dengan gamblang si Bapak menceritakan, Saya sangat kecewa dengan mahasiswa saat ini. Kenapa begitu besar menaruh persentase pada hasil, namun kecil pada proses. Contoh sederhana ketika sedang menghadapi ujian. Dengan peradaban teknologi saat ini sangat memungkinkan untuk melakukan kecurangan.Seharusnya penggunaan teknologi dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Malas belajar dan kemudian meng-copy slide yang diberikan dosen ke hp memudahkan mahasiswa dalam menjawab soal yang diberikan.

Seharusnya, dengan perkembangan zaman, mahasiswa dengan idealisme-nya dapat membaca perkembangan dan memanfaatkan peradaban untuk kemajuannya dan bangsanya. Bukan malah tergerus dan melarutkan idealisme-nya untuk mencapai hasil yang diinginkan. Mahasiswa sebagai generasi muda yang menjadi "kader" harapan bangsa harusnya tidak mengorbankan idealisme-nya begitu saja. Bagaimana jadinya jika seseorang berpijak tanpa ada suatu dasar atau keyakinan yang dianggap benar? Mahasiswa sebagai insan intelektual seharusnya mampu bergerak, bukan digerakan peradaban. Jika mahasiswa sebagai generasi muda intelektual saja memiliki idealisme yang pudar, bagaimana dengan generasi muda yang non-akademis?

"Tidak terdeteksi lagi mahasiswa sebagai fighter....", gumamnya lagi. "Semakin rendah 'antena' nya, harus belajar lebih keras lagi! Biasakan mengerjakan sesuatu yang ada value-nya!". 

Fighter tidak terdeteksi lagi? hmmmm.......
Entah bagaimana Fighter ini tidak terdeteksi lagi. Apakah karena idealisme anak muda yang tak lagi gemilang ataukah benar-benar tergerus peradaban? Ataukah fighter ini terpudarkan oleh peradaban? pertanyaan ini hanya akan dijawab oleh kita sendiri. Bagaimana nasib kita kedepannya, bagaimana bangsa kita kedepannya, akankah lebih baik atau buruk akan terjawab dengan proses yang dilalui. Kita muda, kita yang memilih proses yang mana akan kita geluti. Proses berelief  terjal, curam, dan banyak rintangan kah yang akan kita pilih? atau kah relief yang kelihatan nya indah, datar atau cepat? Proses kita sendirilah yang akan menentukan hasilnya nanti. Maka, Besarlah karena Proses... 
(nanda- http://nandasw.blogspot.com/2014/05/yang-dikhawatirkan-anak-muda-yang-tidak.html)